Penggalan kisah yang mungkin dilupakan atau sebaliknya dan berharap dikemudian hari bisa tertawa terbahak-bahak atau bahkan menangis setelah membacanya.

Maaf kalo gw ga pernah angkat telfon loe, ato sms loe…! Karna gw tau itu bakal buat loe tambah berharap…!

Gw belum siap untuk nerima apapun atau siapapun yang baru dalam hidup gw…,karna gw masih mau menata hidup gw yang udah kayak kapal pecah.

gw masih tetap pada pilihan gw…,walaupun apa yang gw jalani sekarang ini bener-bener menyakitkan karena tidak ada kepastian. Tapi gw ga bisa bohongi diri gw sendiri kalo gw masih berharap sama mahluk itu….mahluk yang egois…mahluk yang sudah menyakiti perasaan gw.

Sementara loe berharap ke gw…tapi gw masih tetap dalam posisi yang sama sebelum kita komunikasi…itu pasti nyakitin. dan gw ga mau nyakitin perasaan siapa pun. Cukup gw yang merasakan gimana sakit nya dibuat berharap.

Ini pilihan gw…dan gw harap loe bisa mengerti dengan jalan yang gw ambil…karna sampai detik ini gw masih mampu menahan rasa sakit yang terus menerus datang tanpa ada batas akhir.

Gw memang bodoh…,selalu menjalani apa yang sebenarnya gw sadari sangat menyakitkan akhir nya…,tapi itu lah gw…! Gw dengan segala harapan, gw dengan segala mimpi yang mungkin akan membuat gw terpuruk dan jatuh berkali-kali seperti keledai yang bodoh. Tapi itu lah gw.

-dedicate to you…who want to find a happiness with me-

January 28th, 2009 at 1:34 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
Will it be lasting?

Will it be lasting?

Sekarang aku mulai menjalani cobaan yang berat sebagai perempuan. Disatu sisi aku bertindak sebagai manusia normal, tapi disisi lain aku bertindak seperti robot yang tidak memiliki perasaan.

Kesempatan itu aku berikan agar memperoleh kepuasan batin mu, walaupun batin ku menangis…, menangisi hal yang ku iya kan sebelumnya. Aku bisa menunggumu sampai kau memperoleh kepuasan batin yang kau inginkan…, selama itu juga aku akan mempertahankan perasaan ku yang sudah terlanjur sakit. Aku yakin suatu saat akan datang masa yang indah, yang bisa mengubur segala kekesalan dan sakit hatiku. Entah kapan datangnya, tapi aku siap menunggu dengan penuh sabar walaupun perih yang kurasakan.

Ketulusan tidak cukup meyakinkan kau bahwa aku ingin yang terbaik untuk hidup ini. Aku ingin pencapaian kita dalam hidup ini tidak sia-sia. Saling mendukung, menutupi kekurangan kita dengan kelebihan diri kita. Saling menjaga untuk mempertahankan apa yang telah kita bina.

Aku diam…,tapi aku bukan perempuan bodoh yang tidak memiliki perasaan. Aku menyetujui segala langkah mu yang menyakitkan tapi bukan berarti aku bisa dipermainkan. Biarlah waktu yang menjawab semua ini, karna aku tau suatu saat pasti kau akan sadar betapa sakit nya menjadi perempuan yang selalu dikorbankan hanya untuk kepuasan batin semata.

-with luv Dhee-

December 24th, 2008 at 4:13 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

14 November, gw nyampe di bandung…dikota yang hampir 1 kalender gw tinggalin. Kota yang 7 tahun yang lalu masih gw observasi…! Rencana gw kesini dadakan…tanpa perencanaan…,tapi gw memang harus kembali untuk sementara kesini untuk mengambil pecahan2 yang tertinggal di sini.

Ada yang beda…dari kebiasaan gw ke bandung selama ini. Gw ga lagi mengarahkan kaki ke jalan yang biasa gw lewati. Tapi gw melangkah ke jalan yang sebelumnya tidak gw jalani. Gw ga langsung ke cipaganti…tapi gw ke istana temen2 gw…

Hmm…hari jumat malam tepatnya gw sampe disini. Disambut sama temen2 seperjuangan yang sedang memperjuangkan hidup nya juga di kota ini. Suasananya sama seperti di kota asal gw…karna semua punya background yang sama.

Malam sebelum gw sampai disini…ada accident yang membekas ke gw…sakit hati, kecewa dan benar2 hancur…! Seperti nya luka ini bakal membekas seumur hidup gw…dan cuma menambah daftar nama siapa2 saja yang pernah menyakiti gw…! Gw bawa luka itu pergi dari Siantar menuju kota dimana kota itu pun meninggalkan bekas yang sangat besar juga dihati gw.

Seorang teman menawarkan tattoo padaku…dan aku mengiyakan…! Awal nya sempat gentar juga membayangkan jarum yang menusuk…! Akhirnya aku memutuskan untuk melakukan hal itu. Ternyata…rasa sakit yang kurasakan saat di tattoo tidak sesakit perasaan ku yang dilukai oleh mahluk-mahluk yang mengaku dewa itu. Benar…,memang lebih sakit luka yg tidak terlihat oleh mata telanjang…dan kita tidak tahu harus bagaimana mengobatinya…

Tepat di urat nadi dibelakang kuping…aku menggoreskan luka yang disengaja…luka yang menghasilkan pemandangan yang indah…dan merupakan seni. Luka yang kata orang sakit…tapi tidak sesakit itu yang kurasakan…malah rasa kebal yang ada karena aku telah merasakan sakit yang sangat hebat tapi tidak terlihat.

But is not like u hurt me man...!!!

But is not like u hurt me man...!!!

Tapi apa hidup yang aku jalani ini merupakan seni juga…dimana aku merasakan sakit tapi aku akan memperoleh keindahan juga? I hope so…but i can expect so much from him…

I just walk and walk not bother what i feel…

Coz i know…from now i will feel the great experience in my life.

November 23rd, 2008 at 3:44 am | Comments & Trackbacks (1) | Permalink

Selamat Jalan Oppung tercinta….,

Hari demi hari dilewati dengan penuh kesabaran. Tanpa mengeluh dengan kondisi nya yang semakin hari semakin melemah.

Satu hal yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup Oppung, beliau selalu menjaga perasaan orang lain. Bukan cuma orang-orang yang satu usia dengan dia. Tapi juga anak-anak dan cucu-cucunya. Tak pernah satu kalimat pun menunjukkan rasa marah, jengkel dari mulutnya.

Hari-hari menjelang ajalnya. Beliau meminta pulang ke rumahnya di Sondiraya. Dimana sebelumnya beliau tinggal di rumahku, rumah anak laki-laki satu-satunya yaitu ayah ku sendiri. Ntah kenapa…,kami sekeluarga heran. Padahal sebelumnya dia tidak mau beranjak dari rumah kami. Mungkin ini suatu pertanda bahwa dia ingin meninggal di rumahnya sendiri. Rumah yang penuh kenangan. Rumah yang menjadi saksi kehidupannya selama 91 tahun.

Oppung…,kami akan terus mengenangmu, merindukanmu dan akan selalu mendoakanmu.

-Cucu’mu Dina-

October 27th, 2008 at 10:05 pm | Comments & Trackbacks (2) | Permalink

Liburan lebaran sudah habis….,

Saatnya panen bagi pengusaha taxi dan travel….kabar baik bukan??

Tapi lain hal nya dengan anak-anakku…,yang masih betah berlibur di rumah Opa’nya di pematangsiantar.

Pagi ini aku susah sekali membangunkan mereka. Tak seperti hari-hari sebelumnya dimana mereka masih liburan di rumah opa. Setiap pagi bangun cepat dan langsung mandi. Hal ini mungkin karena mereka sangat antusias menyambut liburan mereka di Pematang Siantar.

Hari Senin, tanggal 6 November 2008 mereka sudah mulai masuk sekolah. Sebagai ibu yang baik, kakak ku di medan memerintah kan aku untuk memulangkan mereka hari sabtu 4 November 2008. Dengan alasan biar bisa istirahat 1 hari di Medan. Masuk akal kan….

Nah yang jadi inti masalahnya, transportasi yang akan menghantarkan mereka pulang ke Medan. 3 Hari sebelum hari ini, aku sudah memesan bangku untuk mereka berdua. Tapi…hari ini…jam 10 pagi sampai jam 2 siang…menunggu mobil yang akan mengangkut mereka. Huh…sebal…!

Kasian anak-anakku menunggu dan menunggu. Anakku Toby malah mengatakan, tahu keadaannya begini mendingan aku main Internet tadi ma…! Kalo Dean…sudah sibuk dengan mencari colokan untuk men’charge hapenya yang dari tadi sudah dimainkan….untuk membunuh rasa bosan.

Oh iya…pemandangan yang paling enak saat ibu-ibu berteriak memaki-maki sang Taxi yang sedang naik daun ini. Pasalnya, pihak pengusaha taxi ini menjanjikan akan ada mobil yang mengantar ke bandara polonia jam 10 pagi, sehingga bisa mengejar pesawat jam 5 sore. Sampai jam 2 siang belum juga berangkat. Kasian kan seandainya tiket nya hangus…

Makanya….,buat pengusaha PARADEP TAXI….,tolong diperhitungkan jumlah ARMADA, KONDISI JALAN (Padat atau Kosong) dan juga OPERATOR yang melayani tiket….! Jangan asal diterima penumpang, tanpa memperhitungkan kapasitasnya. Ya…apa daya…seperti yang dikatakan di tiket…apabila anda merasa tidak puas silahkan laporkan ke pihak kami…tapi begitu ada yang melapor…jawabannya cuma SABAR…! Bahkan cuma sentakan…!Hahahaha…

-ada yang punya pengalaman buruk lagi???-

October 4th, 2008 at 12:54 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Prihatin dengan keadaan wisata Sumatera Utara, khususnya Danau Toba. Seperti yang diketahui, Danau Toba merupakan Danau Yang terluas di Asia Tenggara dan merupakan aset utama buat Propinsi Sumatera Utara. Tapi apa yang saya alami akhir-akhir ini di salah satu tujuan wisata yaitu kota parapat, merupakan pengalaman pahit saya. Mungkin bukan cuma saya, tapi orang-orang yang juga sudah muak dengan perkembangan Parapat yang lebih cenderung mengalami penurunan. Saya tidak bisa menilai dari segi statistik. Tapi saya bisa melihat, bagaimana keadaan pariwisata di sekitar Danau Toba serta birokrasi yang saya jalani.

Pada lebaran kali ini saya dan team ditunjuk untuk mengadakan satu event oleh Salah satu perusahaan termuka di Indonesia (Kode Etik : Tidak boleh mengekspos nama perusahaan). Segala perizinan dan semua prosedur birokrasi yang terkesan menyulitkan sudah saya jalani. Tapi pada saat acara berjalan, mulai berdatangan segala macam urusan yang berkaitan dengan birokrasi. Instansi yang harusnya mengurus masalah A…,malah mengurus masalah B. Seolah-olah kewenangan yang ada, berada di bawah satu tangan, mencari-cari titik kelemahan pihak panitia penyelenggara agar merasa terancam dan “SIRAMAN” bisa diperbesar.

Waduhh….dari sini sudah terlihat, bagaimana parapat sangat terpuruk dibanding daerah wisata lainnya. Hal ini mungkin disebabkan Sumber Daya Manusia yang tidak siap menerima perkembangan, dan juga bagaimana investor lokal dipersulit untuk mendapatkan segala tetek bengek perizinan. Padahal semua itu bertujuan untuk mengembangkan kota Parapat sebagai salah satu tempat Wisata yang ada di Danau Toba. Bagaimana mungkin wisatawan bisa datang, kalo semua dibatasi oleh birokrasi yang UUD a.k.a Ujung-ujungnya Duit. Padahal hiburan yang bisa disajikan di kota parapat sangat beragam. Apalagi sekarang sudah mulai muncul seniman-seniman yang asli penduduk parapat yang kualitasnya tidak kalah jauh dengan seniman-seniman ibukota. Bagaimana potensi ini bisa tergali terus, kalau wadah untuk mereka unjuk gigi pun masih dibatasi.

Seharusnya kita mulai mengakali, bagaimana pariwisata dan budaya di Sumatera Utara bisa dilirik oleh Mancanegara. bukan malah mengakali bagaimana supaya keuntungan sepihak dapat diraih dan budaya memperkaya diri sendiri berkembang. Sayang…kan kalo Danau yang begitu indah dan megah…hanya berdiri begitu aja, tanpa kita manfaatkan dan kita promosikan sebagai wisata yang indah dan tak kalah indahnya dibandingkan dengan objek wisata yang lain di Indonesia.

Kalo ga sekarang, kapan lagi…?? Apa harus menunggu sampai air Danau Toba Habis…???

-Jangan berharap dari Luar, tapi Bagian Dalam pun harus dibenahi, supaya tercipta kerjasama yang baik, sehingga Parapat bisa menjadi Tempat Wisata Idaman-

October 3rd, 2008 at 9:16 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink
70th Wedding Anniversary

70th Wedding Anniversary

30 September 2008

Hal yang paling menakjubkan aku lihat didepan mataku sendiri.Orangtua dari Ibu (yang sekarang), merayakan hari pernikahan mereka yang ke 70 tahun.

Sungguh hal yang sangat langka terjadi, apalagi kita tau zaman sekarang banyak ikatan pernikahan yang gagal. Jangankan 70 tahun, untuk mencapai sepersepuluhnya saja sudah jarang terjadi.

Hal ini boleh menjadi inspirasi setiap orang yang baca blog ini, supaya tetap menjaga keharmonisan dari rumah tangganya masing-masing. Dampak yang terlihat dari usia pernikahan yang sangat teramat matang ini adalah, anak-anak yang rukun dan sukses. Bukan anak-anak product broken home…(mungkin saya juga termasuk didalamnya).

Tapi itulah hidup, jarang sekali suatu hubungan berakhir dengan bahagia seperti cerita Cinderella with Happy Ending. Kita hanya bisa berharap apa yang sudah kita jalani akan berjalan terus, walaupun banyak sekali rintangan dan cobaan yang dihadapi dalam hidup.

Buat temen-temen saya yang sudah berkomitmen, moga-moga apa yang saya tulis bisa menjadi acuan bagi hidup rumah tangga kalian, untuk saling menjaga satu sama lain. Menjaga dalam artian yang luas, bukan hanya sekedar menjaga agar sesuatu tampak manis, tapi harus benar-benar manis, bukan mengada-ada.

♥Selamat Ulang Tahun Pernikahan Oppung Semoga 70 tahun ini menjadi Tahun penuh Berkat untuk keluarga kita♥

» Continue Reading

October 2nd, 2008 at 7:40 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Tahun ini, mungkin tahun yang berat bagi gw…,satu sisi gw harus ninggalin kehidupan lama gw, yang notabene gw anggap udah PERFECT dan mulai hidup baru, yang mau tidak mau harus gw mulai dari NOL.

Capek sih…,tapi itu lah hidup, selalu berusaha untuk mencari jalan yang terbaik. Biar gimana pun, ga ada orang yang mau jatuh kedua kali kedalam lobang yang sama, dan luka yang sama pula.

Untuk sekarang ini, banyak job yang gw terima. Semua seputar entertainment, yang sampe sekarang kejelasannya masih menerawang entah dimana. Gw mulai merintis semua usaha, dari awal dengan bekal ilmu yang pernah gw CURI di kehidupan sebelumnya. Untungnya….(Indonesia banget)…hasil pencurian itu sedikit membawa dampak yang positif bagi gw pribadi.

Lebaran kali ini, gw ga ada ditempat yang sebelumnya, tapi gw mulai untuk mengorbankan yang namanya libur umum untuk kerja. Walaupun gw seutuhnya gw merayakan lebaran…. Tapi gw cukup menghormati hari besar Agama ini karna hampir 5 tahun gw hidup dilingkungan ini.

Tapi moga-moga apa yang gw lakukan sekarang ini membuah kan hasil dikemudian hari, dimana gw mulai memikul tanggung jawab besar dan moga-moga juga hasil yang gw terima pun besarrrrr…(ehehhehe….jadi malyu…)

Kalo kehidupan pribadi gw, mungkin gw ga begitu terfokus dengan yang nama nya PARTNER masa DEPAN. Karna saat ini gw belum mau terlalu memikirkan hal itu. UDah cukup gw berangan-angan bak Cinderella yang menemukan “cinta” nya dibalik sepatu kaca. Jalani aja deh dulu…toh masih Enjoy…!

Keluarga?? Waduh…ini dia sebenernya yang paling rumit. Biar pun sekarang tinggal sama keluarga, gw malah ngerasa nge’kost…bahkan sendirian…! Ntah kenapa…,apa yang gw rasain ini beda banget sama sebelum-sebelumnya. Tapi apa daya…ga mungkin juga gw buat rapat terbuka ama bokap nyokap…ntar gw disangka anak DURHAKA lagi…kalo ngomongin masalah kedekatan keluarga. Gw masih bisa kog menghargai apa yang ada. Yang penting bokap gw sehat-sehat and masih suka cemberut….! heheh…

ya kayaknya cuma itu yang ada didalam otak gw yang mumet ini…,mungkin kisah selanjutnya bakalan ada kalo gw masih mumet…!

-Semua akan ada ujungnya….-

September 25th, 2008 at 10:23 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Akhir tahun sebentar lagi datang, gw harus mulai merencanakan langkah untuk tahun depan. Bulan ini gw disibukin buka kantor baru, yang sejujurnya, gw sendiri belum tau apa yang harus gw kerjakan untuk langkah awalnya.

Bisnis yang gw jalanin sekarang sebenernya menjanjikan, tapi tetap gw harus usaha lebih buat ngerubah pola kerja yang udah ada. Terutama di kota kecil, yang SDM nya kurang memadai. bahkan minus….

Tapi ini ga bisa buat gw mundur, karna banyak hal yang harus gw tanggungjawabi… dan harus gw selesaikan sendiri. Terutama masalah didalam keluarga. Gw ga mau dianggap anak kecil terus, yang kerjanya cuma minta dan minta.

Sore ini, cuaca diluar mendung, ntah kenapa cuaca akhir2 ini ga mendukung gw untuk mobile, ato karna udah keseringan mobile. Sambil nunggu orang-orang yang terlibat di proyek awal, gw sempetin buat nulis sesuatu yang mungkin bisa jadi bahan evaluasi gw sendiri nanti nya…

Untuk urusan keuangan, mungkin bisa dibilang normal saat ini. Tapi untuk urusan keluarga…,kayaknya udah ab-normal…ga tau di sisi mana yang missed. Kalo urusan cinta…gw punya banyak cinta untuk dibagi ke seseorang yang saat ini gw anggap orang yang paling pantas untuk gw bagi. Selain dia kekurangan cinta, gw juga merasa senang membagi untuk dia. Tapi ujungnya ntah kemana. Kita berdua masih labil…,karna masing-masing punya masa lalu yang suram…dan sereeemmm!!

Anyway…,

Semua itu tantangan buat gw…,tantangan yang harus gw jalani sekuat mungkin, untuk menjalani hari-hari kedepan. Walaupun kadang gw harus mengeluh, tapi gw tetap berfikir bahwa semua akan indah pada waktunya…AMIEENnnnn!!!

-Astrajingga Life-

September 10th, 2008 at 4:01 am and tagged  | Comments & Trackbacks (0) | Permalink

Langkah kaki terasa berat…Dina
Menapaki jalan-jalan setapak yang tidak berujung
Semua terasa hampa…
Hampa namun harus terus dihadapi

Kepalan tangan mulai mengerat
Menggenggam kekosongan

Semua ini pasti akan berakhir
bersamaan dengan berakhirnya hidup

Akulah yang berjalan
Menapaki jalan setapak yang berat
Akulah yang mengepal tangan
dan Berharap semua ini berakhir

July 22nd, 2008 at 12:47 am | Comments & Trackbacks (0) | Permalink